Aku mempercepat gerakan pantatku. Wajah Dewi dan Fenny terlihat sayu karena kurang tidur tetapi jelas berbinar-binar karena kepuasan yang telah mereka peroleh.“Kho Ardy”, kata Yen. Bokep Twitter Lampu yang redup membuat suasana semakin indah. Cepat. Memperhatikan tubuh-tubuh montok bahenol nyaris bugil itu, nafsu birahiku langsung menggelegak butuh penyaluran. Mulutnya semakin lebar terbuka. Empat wanita Cina yang cantik bermata sipit dengan tubuh yang montok dan bahenol siap aku setubuhi kapan saja. Katanya pingin kenalan dengan dua cewek montok nan sexy ini. Yen melirik ke arahku sambil menulis SMS di ponselnya. Sekarang semua itu terjadi, berkat bantuan Mas Ardy. “Aku mau yang rambut panjang di sebelah kirimu dan si rambut pendek di depanmu itu.”“Sudah kuduga kalau Kho Ardy akan memilih yang itu”, katanya sambil tertawa kecil. Aku tahu persis, nafsu birahi keduanya telah menggelora, tidak sabar menantikan pemuasan.Kamar tidur Mei terasa sangat romantis dan berbau wangi. “Mei dan Yen udah berencana kok. Ada rasa bangga yang menyelip di dadaku














