Tanganku pun bereaksi lebih berani, meremas pahanya yang kiri dan kanan. Bokep China Aku bersemu merah. Duduk di sini saja”. Banyak sekali, mengotori celanaku. “Aku, Kak.., Aku”, Jawabku. Kumasukkan kembali novel-novel itu. Dalam tidur aku bermimpi. Suatu rasa yang tak pernah aku rasakan sebelumnya.Aku masih terus mengintip, sampai akhirnya Kak Tina tampak terlonjak-lonjak dari tempat tidur. “Mimpi basah?”. “Mimpi basah?”. Saat ini aku merasakan puber yang sebenarnya.Saat tangan Kak Tina mencoba meraih ritsluiting celanaku, terdengar suara motor bebek memasuki halaman rumah. Saat gerakan liarnya selesai, aku merasakan sesuatu keluar dari kemaluanku. Aku tertarik untuk membacanya lagi nanti. “Ya, Kak.., Guru-guru rapat”
Kak Tina keluar dari kamar. Sapto! Aku membiarkan saja. Pahanya, yang walaupun sedikit gelap namun mulus itu terpampang jelas di mataku. Kuambil Nick Carter. Tapi entah kenapa, sangat mengundang gairah lelakiku saat itu.




















