Posisi kami saling tegak lurus, sambil mendekati wajar Rini yang tegang secara perlahan-lahan, ia menyambutku dengan bibir yang siap menciumku.“…..” Aku memasukkan penisku ke dalam vaginanya secara paksa, dia kaget kesakitan. Bokep Montok Goyangan tubuhku membuat bagian betisku menghantam dada Rini, kurasa cukup toge, mungkin B78 barangkali? Aku menggendong Rini yang masih pingsan, lalu kubawa dia ke hotel tempat ia menginap. “Auw, sakit Rin,” ujarku berbohong. Aku menyuruhnya untuk mengemut dan sedot keluar-masuk penisku, “…. “Bukan jidatku Rin, tapi burungku!” kataku sambil membuka resleting. Makin lama ia semakin cepat menyeponk-ku, namun tidak begitu cepat sih dan kurang nikmat karena tangannya masih menahannya. “Ya uda sana-sana!” teriaknya membelakangiku, akupun berjalan mendekati ujung ruangan, menggosok-gosonk penisku ke depan-belakang, aku tahu Rini dikit-dikit menoleh ke arahku. “Udah masukin ah….,” katanya sambil tersenyum.




















