Akupun jd tak enak karena biasanya sepulang kerja aku janjian dengan mbak nila untuk pulang bersama kekosan, namun apa boleh buat waktu itu memang pekerjaanku sedang banyak banyaknya jado terpaksa mbak nila pulang duluan.Ketika aku melangkah ke lorong menuju kamarku, masih terdengar suara orang memasak dari dapur umum. Badan mbak nila terguncang-guncang hebat akibat gerakanku. Bokep Jepang Benarkah itu liurku? iyaaaah…” bisik mbak nila dengan wajah merah padam.Aku yang masih dalam keadaan planga-plongo hanya bisa mengikuti intruksi mbak nila dengan patuhnya. Dan yang jelas burungku terasa nikmat sekali. dendem ya kamu mbak godain tadi? Udah ya dikerok aja sekalian?” Ujar mbak nila lagi berusaha Menawar lagi.“Udah mbak gausaaaah.. mbaaaaaakkkkkkk…”Sekejap mbak nila kembali mengejang kaku, empotan memeknya membuatku luluh lantak.




















