Pipit meraih tanganku dan menatapku. Bokep China aaaawww.., Pipit berhenti menekan. Pipit memelukku senang.Setelah istirahat sejenak, kami kembali dan aku setengah membopong Pipit karena dia kesulitan berjalan. Kenapa harus di air? Dan aku tidak suka pacar yg bohong!, katanya dengan gemas dan suara ditahan karena takut terdengar di keramaian pasar. Apalagi saat menyabuni dan saat mengeringkan dengan handuk. Dia mencopot baju dan celana, lalu berendam ke air. Terlihat kakinya dipaha dekat lutut agak membiru. nggak.., katanya. Pipit.., belum sempat aku selesai berucap, Pipit meluruskan lubang memeknya ke ujung k0ntolku.Dia menatapku. Pelanpelan aku turun ke lehernya. Aku nggak ngerti. Maka mulailah kucium bibirnya, mungil sekali. Pipit dan aku serius merancang acara yg pas di sekitar air terjun. Aku ikuti perintahnya.Setelah dia berpakaian dan minum sehingga lebih tenang, aku melanjutkan mandi.




















