Hana menyilahkanku duduk & berbalik sebentar ke dapur untuk kemudian kembali lagi dengan membawakanku segelas minuman dingin. Bokep HD Perutnya terlihat naik turun dengan cepat, sementara kedua kakinya memelukku dengan kuat. Hana secara fisik biasa saja. Hanya saja ia bilang “dasar, abang nakal!!” saya hanya tersenyum…
Kalau sudah dibilangin begitu, maka akupun kadang lebih berani lagi. Saya tak ingin buru-buru, saya ingin menikmati detik demi detik yang indah ini secara perlahan. Pikiran & konsentrasiku tak lagi terpecah. Nikmat sekali. Dari situ karena jarak yang cukup dekat denganku, akhirnya kami berjanji untuk saling bertemu di daerah K di Jakarta. Tapi ada yang menarik dari penampilannya, toketnya! Dari kening, ciumanku turun ke alis matanya yang hitam lebat teratur, ke hidung & sampai ke bibirnya. Sebab itu ia cepat mendekapku. Saya menciumnya. Kulihat ada air mata meleleh di sudut matanya.




















