“Ughhhh….. XNXX Jepang Aku berjongkok di depannya. oouughhh … eennnaakkkk… “ celotehnya. Rupanya Linapun keenakan diperlakukan demikian. Erangan ini semakin keras terdengar saat jari om-om Edo mengusap-usap nonoknya. “ Oouugghhhh…maas, tteerruuussss ….. Ada yang bawa pasangan, tapi banyak juga yang sendirian. Tiba2 dia mendorongku telentang dikasur, dibentangkannya pahaku lebar-lebar, tangannya mulai merayap ke bagian selangkanganku. Kemudian mereka berdua masuk kedalam, aku masih berbaring di kasur, tak lama kemudian aku ketiduran. Dijilatinya perlahan seluruh kontol om Edo. mmmau….. Sesaat kemudian, Lina mengeluarkan kontol om Edo dari mulutnya, dan aku langsung meraihnya dengan bernafsu. Kemudian kami bertiga duduk di kasur angin tersebut. “Ahhhh…ahhhh” desah Lina saat om Edo mulai menggenjot kontolnya keluar masuk. Memang kalo pergi ber3, aku selalu yang paling akhir dapet pasangan. “Nah, ini baru namanya pantat” dia meremas bongkahan pantatku dengan gemas dan menepuknya.




















