Butir-butir keringat mulai keluar seperti embun pada sekujur tubuhku.Setelah membuat vaginaku basah kuyup, beliau berdiri dan melepaskan diri. Vidio Sex Kata-kata terakhirnya sebelum diriku pamit hanyalah “Ya sudah lah dik, sebaiknya anda ambil hikmahnya kejadian ini supaya memacu anda lebih rajin di kemudian hari” dengan meletakkan tangannya di bahuku. Seiring dengan tenagaku yang terkumpul kembali kocokanku pun lebih cepat. “Bentar yah Dik, bapak bersihin dulu punyamu ini” katanya seraya menempelkan mulutnya pada kerimbunan bulu-bulu kemaluanku. Jantungku berdetak lebih kencang saat kuketuk pintunya. Diriku sudah susah-susah belajar dan mengerjakan tugas untuk mata kuliah ini, juga nilai UTS ku 8,8, tapi semuanya sia-sia hanya karena ceroboh sedikit, yang ada sekarang hanyalah jengkel dan sesal. Sebisa mungkin diriku menjaga suaraku agar tidak terlalu keras, tapi tetap saja sesekali diriku menjerit kalau sodokannya keras. Diriku disuruhnya sembunyi di bawah meja kerjanya. Cairan bening mengucur deras dari vaginaku sehingga menimbulkan bunyi kecipak setiap kali beliau menghujamkan penisnya. Sebentar kemudian lidah Pak Qadar




















