Tanpa menunggu lebih lama agi, kuhampirinya dan kusapa.“Hallo, apa kabar, sendirian aja ya?”
“Ya. Di dalam taksi aku coba mendekati dan merayunya. Bokep viral Diantara sofa dan TV ada karpet tebal dan lembut berwarna putih. Belum sempat lama aku berpikir untuk menjawabnya, kedua kakinya diletakkan di muka dan mulutku.“Ayo jilat, bersihkan kakiku!” bentaknya.Kulakukan perintahnya dan terdengar desihan nikmat darinya. Lalu aku mengatakan, “Lepaskan dong tali-tali ini. Lebih enakkan kalau bebas dan kita bisa meneruskan seperti yang di taksi tadi”
Dijawabnya, “Aku mau nerusin yang tadi tapi dengan syarat kamu harus di ikat. Ma kasih ya. Minggu depan kesini lagi ya tapi jangan malam.Kita mulainya dari Sabtu siang aja, kan jadi punya banyak waktu,” sapanya sambil memperlihatkan beberapa foto diriku dalam keadaan terikat.Belum sempat aku menjawab, Mei Mei lalu berkata sambil mengancam.“Kalau kamu nggak mau ketemuin aku lagi, foto-foto ini nanti aku sebarkan lho! Tadi aku minta temanku, Florence, kesini. Ada ide nggak?” tanyanya sambil memandangku.Aku menggelengkan kepalaku sambil menjawab,




















