“Mungkin dokter ganteng dan baik hati” kata Nia, suster yang selama ini membantuku. Bokep Rusia Lalu dituntunnya aku menuju meja kerjaku. Wanita kalau disentuh buah dadanya akan menegang putingnya. Emmm ..” Diam. Ah, jangan ge-er kamu. Perlahan pula aku menurunkan rok pendeknya. Cuma tak melewatkan pemandangan indah. Gini aja ya Dok” katanya sambil agak ragu melepas ujung kaos yang tertutup roknya, dan menyingkap kaosnya tinggi-tinggi sampai diatas puncak bukit kembarnya. Kalaupun suster itu masuk ruangan, masih aman, karena dipan-periksa ini ditutup dengan korden. Umumnya mereka puas atas hasil diagnosisku, bahkan sebagian besar pasien merupakan pasien “langganan”, artinya mereka sudah berulang kali konsultasi kepadaku tentang kesehatannya. “Syeni bilang, masih belum dapat giliran, nunggu 2 orang lagi” lanjutnya. Entah bagaimana prosesnya, tahu-tahu bibir kami sudah beradu. Cuma tak melewatkan pemandangan indah. Iya Dok” katanya sambil senyum tipis malu2. Penisku langsung menerobos vaginanya .. Mereka semua sudah menikah. Memang bentuk tubuh yang ideal, bentuk tubuh mirip gitar spanyol.




















