Aku menyaksikan lubang kencing yang menyihir libidoku. Nikmati kontolku neng. Bokepindo Berbaju kaos oblong sisa kampanye Pilpres yang berlogo salah satu calon presiden itu, aku memperhatikan gundukan menggunung pada selangkangan yang bercelana jeans kumel. Ahh.. Aku masih termangu hingga sore mengendap dan menggelap. Aku terjerat kelumpuhanku.Demikianlah pula saat kusaksikan ujung meriam itu mendekat, mendekat, mendekat hingga menyentuh pipiku, hidungku dan bibirku. Aku berjongkok. Aku tarik secepatnya dan.. Sesudah mengikatnya dengan rapi dan menimbangnya, dia memberikan Rp. Aku tak mampu menghindar, baik dari kekuatan fisikku maupun dari tekad yang dikuasai rasa bimbang.Tidak lama. Kasihan, sementara dia bekerja keras jauh dari rumahnya, dia telah kehilangan permatanya..Ternyata dengan gampang aku telah meninggalkannya dalam selingkuhku dengan si Abang. Dia ‘kemot-kemot’ pentil susuku. Aku masih termangu hingga sore mengendap dan menggelap. Bukankah ini lelaki yang kulihat di p***klinik kemarin.




















