Akhirnya saya berniat menyusul sekalian kencing juga pikirku. “Tenang cah ayu awalnya memang sedikit sakit tapi lama2 pasti kamu suka “. Bokepindo Dan semenit kemudian Vivi mengerang panjang sambil pinggulnya mengangkat keatas ” Paaaackkhhh Taaariiii Keeeeeluaaarrrhh “…….” Aaaaccchhhhh “. Berbarengan dengan saya yang juga mengeluarkan mani saya dibalik rumah itu. Vivi terlihat sangat lemas. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan Vivi tidak menjawab hanya menganggukan kepala. Bibir vaginanya sampai ikut tertarik kedalam mengikuti gerakan penis besar itu. “ Paaccccchkkk……..Aaccchhkkkuu keluaaaaaarrrrhhh”. Bukannya melepas tubuhnya tangan Vivi malah semakin menekan pantat hitam sibapak dan membuat penisnya makin dalam menghujam liang vagina itu. Letaknya agak tersembunyi mungkin klo orang tidak memperhatikan tidak akan yang tau kalau disitu ada rumah . Vivi memiliki postur yang lumayan padat , walau dia menggunakan baju tertutup dan berjilbab. Sibapak yang terlihat mulai tidak sabar diarahkannya rudalnya kebibir vagina, digesek2 sebentar setelah merasa cukup licin penis itu mulai menerobos vagina Vivi.




















