“Iya, om juga cape kok, kita tidur aja yuk”. Aku jadi risi,
“Om, gak enak diliat orang”, kataku. Vidio Porno Terpaksa om tumpahin di mulut, soalnya kalo di mekimu nanti jadi lagi.”
“Nggak pa-pa kok om, sekali-sekali buat pengalaman baru kok..”
“Kalo sering-sering emang kenapa?”
“Emang enak sih dikeluarin pake mulut?” kataku sambil bergerak bangun untuk ke kamar mandi mencuci bekas-bekas permainan ini. Bibirnya kukulum,
”Hmmmhh… hmmhhh…” dia mendesah-desah. “Kenapa Nes, kamu dah napsu ya, ke kamar yuk biar lebih asik”, jawabnya sambil bangkit dan setengah menyeretku ke kamar. ayoo om.. “Maaf ya? Ahhhh…” aku mengerang dan mendesah keras keenakan. Cuma aku heran aja ngeliat ibunya Dina, masih muda banget. “Nes, kamu yang diatas ya, om belum keluar neh”, pintanya. “Tapi nikmat kan”, jawabnya. Di mall aku digandengnya, kadang pundakku dipeluknya. “Om, belum mau muncrat ya, Ines lemes om”, desahku. kemudian jilatannya turun ke perut, kemudian ke pusar sampe akhirnya ke jembutku.




















