Aku sadar, dia tidak punya pakaian lagi. Bokep Montok Kubersihkan semua darah itu sampai tidak berbekas. shhh… oghh”,Aku tak peduli lagi umpatannya. Sesampainya di sela paha kubuka lagi kedua kakinya, terkuaklah liang kemaluan yang kumakan tadi. Posisi kami sekarang 69. Segera aku keluar dan pergi ke toko terdekat. Tentu saja tak seorang pun pernah tahu, bahwa sesuatu pernah terjadi di antara kami.Sekarang setahun sudah lewat. Kami berkenalan sejenak dan dia menawariku ikut makan. Seluruh uang dan kartu kreditnya langsung berpindah ke kantongku. Kuoleskan liur yang menetes itu ke batang kemaluanku, juga ke kemaluannya. Darah di dadanya yang sudah mengering juga kulap dengan hati-hati.“Kamu puas sekarang… bukan begitu ton?” ejeknya di sela tangisnya.Aku terdiam. Tapi kutahan, karena gengsi kalau dia tahu.




















