Tetapi tampaknya Kiko cukup cuek. Bokep Hot Di tangannya terselip sebatang rokok putih, wah sexy sekali. Akhirnya kami langsung saja jalan sepanjang Arcade Shinshaibashi sambil bercengkerama, saya dengan bahasa Jepang pas-pasan saya dan Makiko dengan inggris terbata-bata. Saya ingat sekali kalau bulan 10 itu adalah bulan peralihan ke musim dingin dan banyak sekali topan badai. “Ashkunate sumimasen!” ujarku meminta maaf atas keterlambatanku. Setelah itu saya ngeloyor turun ke bawah. Tetapi dasar beruntung, tiga hari kemudian kami bertemu di warung ramen (mie kuah) ketika saatnya lunchbreak. Setelah basa-basi, kami janjian bertemu di Sony Tower Yodoyabashi pada hari Jum’at. Apalagi di bar ini minuman berkelas semua ada. Saya mengangguk saja. Semuanya berdasi, wah tampaknya salaryman kesasar. Kiko tampak memegang gelas. Melihat itu, Kiko lalu tersenyum dan melirik ke arahku, lalu Jendral saya yang mekar langsung saja dikulumnya.




















