Di situlah masalahnya bermula. Gedung tempat Umi bekerja adalah kantor pusat suatu perusahaan besar yang bonafid. Bokep Hot Dengar pertanyaanku tidak? “Takut kelihatan orang? Dan pernah juga dia dihardik Pak Ramses hanya karena dia bekerja sambil ngobrol.“Malam Pak Ramses,” sapa Umi sambil menghindar.“Malam,” balas Pak Ramses tanpa ekspresi, sambil berjalan melindas kumpulan kotoran yang disapu Umi.Sepertinya Pak Ramses bukan keluar untuk pulang, dia tidak membawa tas dan lampu ruang kantornya menyala. Selagi berpapasan dengan Umi, si supervisor mencela, “Umi. Mungkin dia hanya keluar sebentar untuk ke toilet. Umi tersenyum sendiri melihat bayangan dirinya, lalu mengeluarkan jepit rambut untuk menjepit rambut sebahu-nya yang berujung ikal di belakang kepala agar tidak berantakan. Jangan nongkrong aja!” Yang memerintah adalah supervisor cleaning service, yang baru saja masuk ke pantry dan melihat dua anak buahnya duduk-duduk dan bukannya kerja.“Iya, iya, ini kita jalan,” gerutu Umi sambil menutup tempat bedak yang dipakainya untuk bercermin, lalu berbisik memaki bosnya, “dasar nenek sihir gak laku!”




















