Pak Robert besar.. Bokep Mom Dikulumnya lagi kemaluanku, sementara kedua tangannya meremas-remas pantatku. Santi juga cinta sama Mas..” katanya sambil menutup telponnya. Mungkin karena usia Pak Arief yang sudah berumur dibandingkan dengan dirinya yang masih penuh gejolak hasrat seksual wanita muda. Oh.. Kasihan, pikirku. Aku menoleh, ternyata Cia sekretarisku yang menyapaku. Pasti banyak banget cewek yang mau sama bapak..Kalau belum married saya juga mau lho..” jawabnya menggoda. “Enak Sarr..” “Enak Pak.. Dikulumnya lagi kemaluanku, sementara kedua tangannya meremas-remas pantatku. Kulihat si Akbar masih ngobrol dengan Cia dan tunangannya. Besar sekali Pak Robert.. Pak Robert besar.. Lalu akupun permisi hendak menyapa para undangan lain yang datang, terutama para klienku. Nggak apa kan?” rayuku lagi. Tapi biarin aja deh dia nunggu agak lama, soalnya Santi pengin puas dulu”.




















