Bokong Bergelombang Jepang Volume 4

“Aaahhh… teruusss…” desah Fei sambil mulai menggerak-gerakkan pinggulnya,“Aaahkk… terus…” sampai akhirnya badannya menegang dan ia menahan nafasnya beberapa saat,“Mhhh… ahhh…” dilepaskan nafasnya, kemudian ia menjauhkan tanganku dari liang kemaluannya. XNXX Jepang Mulai kudorong batang kemaluanku masuk ke lubangnya, Fei masih meringis tapi aku tidak peduli. “Iyaa…” responnya. Aku mulai memperdalam ciumanku, lidahku mulai kumainkan seiring dengan permainan jari-jariku di puting susunya. Kumainkan putingnya sekali-sekali. Setelah pembantu Fei pulang, beberapa hari sekali kami melakukannya di rumahku (kalau sedang tidak ada orang) dan di Ancol. Kemudian bibir-bibir kiri dan kanannya yang hitam itu, kutarik-tarik daging lebih yang nikmat itu dengan sedotan bibirku.“Sruuup… sruppp…” Pinggul Fei bergerak-gerak terus, kadang ke kiri kadang ke kanan, ke atas, ke bawah begitu seterusnya sampai akhirnya ia tekan kemaluannya di mulutku.Hidungku ikut menempel di kemaluannya dan membuatku susah bernafas, dengan masih digoyang-goyangkan sambil mengerang panjang.“Aahh… aahh… aaa… aaahh…” tiba-tiba badannya berbalik dan ia menciumku bertubi-tubi,
“Ahhh… enaaak Rie… rasanya seperti melayang…” sambil terus menciumi mukaku.

Bokong Bergelombang Jepang Volume 4