Aku hanya bisa mengangguk pelan tanpa jawaban.Padahal hatiku menjeritkan kata cinta kepadanya, mungkin aku terlalu sombong untuk mengungkapkan, atau aku terlalu takut? Segera aku melemparkan bantal ke arahnya dan dia hanya tertawa. Bokeb Seakan kami tidak rela waktu kembali bergulir, hingga tiba saatnya Andre untuk pulang ke hotelnya.Tapi malam itu aku tidur dengan berjuta mimpi baru. Dalam perjalanan pulang kami sempat membeli makanan untuk makan malam kami. Tanganku membuka gesper dan membuka kancing celananya. Aku sempat kembali di hotel untuk mandi dan sedikit berdandan. Sementara aku belum selesai berpakaian. Kalau waktu bisa berhenti berputar, membiarkan aku bersama Andre tetap bersama. Berat rasa hati mendengar semuanya itu. Sambil berpelukan kami menyelesaikan sesi ngesek kali ini, kami hanya berdiam diri sementara aku masih berada di atasnya. Hanya sampai di situ pertemuanku dengannya karena aku harus cepat menuju standku.Kesibukan Cebit yang luar biasa membuatku melupakannya, hingga tiba saat makan siang ketika pintu kantorku diketuk oleh seorang hostes yang bekerja




















