” Aku hampir tak bisa bernapas, karena dadanya yang keras & besar itu menekan mulut & hidungku. Masalahnya tadi kehabisan khan ?! Bokeb kalau kebanyakan berabe !” Dimas terlihat antusias. Kiranya pengaruh alkohol sudah membangkitkan keberaniannya.Tanganku melingkar dipinggang Lely dengan erat. Tapi bila hidangan siap disantap. jangka waktu telah dilimit, sehingga waktu ” pemanggangan ” buruan waktunya tidak terlalu larut. menatap lekat matanya yang terlihat sudah mulai mabuk. Udah jam 12 nich ! Ucapan terima kasih sekaligus pancingan untuk beraksi kembali. ” ploghhs…plofs..plogh .!” Bunyi pantat Santi yang menghantam Paha Tedjo membuatku semakin bergelora. & mereka juga akan melakukan hal yang sama jika mereka yang mengadakan pesta.Biasanya pesta didahulukan dengan minum-minuman beralkohol. Kuhampiri Kamar Depan ( Kost-ku berisi 3 Kamar yang besar-besar dengan ruang tamu & dapur yang cukup luas ).




















