Aku balas menyapanya sambil berlalu menuju ruangan kerjaku. Bokep Cina kecuali benar-benar ngeliat di depan mata kepala sendiri,” kataku, ingin segera menyudahi pembicaraan ini karena aku merasa bersalah sudah membayangkan Diana melakukan perbuatan itu. Kemudian dengan menurunkan nada suaranya ia berkata,
“Ada lagi yang lebih parah Sar.”
Melihat ekspresi Hendra yang serius aku jadi mulai penasaran akan ceritanya. akhir-akhir ini mereka suka keluar makan siang berdua dan selalu nggak mau gabung kalau diajak makan bareng sama yang lain.”
Hendra makin seru dengan gosipnya. Kurasakan detak jantungku kian berdentang kencang dan nafasku kian berat. Itu suara Diana! Tidak jarang kami suka bertukar “joke-joke” ringan mengenai seks.Hendra memang ganteng, tapi cara bicara dia yang halus bahkan cenderung kemayu makin membuatku tidak risih dengannya. Tapi mengapa harus Diana? Tapi mengapa harus Diana? kulihat bibir keduanya saling menempel erat dan desah nafas mereka berdua terdengar keras memenuhi ruangan itu. Ada sedikit suara bisik-bisik singkat yang membuatku mengenali suara itu.




















