Aku turut tersenyum dan meyakinkan kalau aku akan baik-baik saja. Bokep Indo Aku sendiri sedang mengelus bagian pergelangan kakiku yang lumayan ngilu. Tentu saja tak ada jawaban lain selain mengiyakan pesan pamanku ini.Setelah semua pesan pamanku sudah diterima olehku, aku menuju ke kotak P3K yang ada di lemari ruang keluargaku. Seperti biasa, masakan dari tanteku gak pernah mengecewakan. Aku langsung berdiri walau nyeri sedikit bertambah. Wanita itu menatap diriku ini dengan wajah yang sangat khawatir.“Maaf, Tan. Padahal baru saja aku akan menggenggam tangan gebetanku Tania. Kubuka aplikasi yang kami gunakan untuk melakukan kuliah_online_Setelah menunggu 10 menit, akhirnya dosen kami memulai absensinya. Lupakan aja,” kataku dengan cuek.“Tapi jujur aja, punya kamu gede juga loh, hihihi…”Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan tanteku ini. Kemudian, aku turun ke lantai bawah untuk sarapan. Nanti kalau makin parah, malah tambah nyusahin loh,” omelnya padaku.“Iya, Paman. Selesai mencuci muka dan gosok gigi, aku bergegas ke kamarku yang ada di lantai atas.




















