Kadang tanganku mengelus memeknya. “Ahhh…Akhh….Aghkhh..” pekikan Rara makin keras seiring dengan makin cepatnya tusukan penisku.“Lagi sayang…lagi…lagi..” pekik Rara. XNXX Jepang Dia mo mutusin tunangan kita. Awalnya Rara gak bereaksi, tapi lama-lama saat lidahku masuk dia menghisap kencang, kadang-kadang Rara gantian memasukkan lidahnya kemulutku.Selama ciuman, aku mengelus rambut Rara, kemudian elusanku turun ke punggungnya, turun lagi ke pinggangnya. “Kemana aja deh Yan” jawab rara yang duduk disebelahku.“Kamu nginep dimana ?” tanyaku. Kadang aku berhenti sesaat kemudian aku tusuk dengan keras. Kadang tanganku mengelus memeknya. “Gitu aja ?” tanya Rara. “Iy sih, tapi masa sih dia ninggalin aku gitu aja” jawab Rara. Aku buka paha Rara lebar-lebar dan aku tempatkan tubuhku diantara selangkangannya. Semalem aja, aku lagi butuh ditemenin nih” pintanya. Aku ternganga sesaat apalagi saat melihat vaginanya yang diliputi bulu hitam titis diantara pahanya yang sudah terbuka lebar.“Kok cuma diliatin ?” tanya rara. Dengan jari tengahku aku mencari klentitnya, kemudian aku usap perlahan.










