Gimana ya..?!”“Tapi kamu janji gak akan kamu sebarin kan..?!!” tanyanya memastikan.“Nah kena nih!” batinku.“Iya aku janji, tapi kalo kamu gak bayar, ya itu lain soal.“Ok deh.. Link Bokep Masa sih dari tadi kau gak Sitat toket gue yang terayun ayun gini” katanya sambil memegang toketnya denga dua tangannya.Tampaknya dia sudah mulai rilex denganku karena sudah memakai bahasa lu-gue.“Iya serius, aku belum bisa Sitat jelas tuh!”Kemudian ia menarik baju seragamnya ke belakang, sehingga toketnya yang tadinya tersamar di balik seragamnya. Sehingga kini rok itu benar-benar tidak bisa menutupi keindahan tubuh bagian bawahnya, saat ia membungkuk, akan terlihat bagian kewanitaannya menyembul di sela-sela belahan pantatnya yang indah.Tadinya Sita menolak roknya aku potong, karena takut dimarahi ibunya saat pulang ke rumah nanti, tapi karena aku desak, agar makin sexy kataku, akhirnya dia merelakan rok seragamnya aku potong.Tak terasa, sudah satu roll film aku habiskan untuk mem-fotonya.“Wah udah satu roll nih,” kataku padanya, sambil mengeluarkan dompetku lagi.




















