“fir,”sahutku tenang. “Terus sayang…iss…ssseeeppp…pen….til…kuhh…ooofffffhhhhhhh hh……”Tanpa aba-aba, segera kusorongkan tongkolku yang memang sudah mengeras seperti kayu ke memiaw Firda. Bokep Cina Kulihat wajahnya menegang seperti tegangnya tongkolku. Aku tau ada sebersit ekspresi kecewa di wajahnya, karena Firda hampir meledakkan orgasmenya, yang terputus oleh kedatangan Rika, sahabatnya sekaligus sahabat istriku.Setelah kupakai kaos dan celana yang kuambil dari lemari dan cuci muka sedikit, aku menuju ke ruang tamu, membuka pintu.“Halo, mas….’Pa kabar..?” sahut Rika begitu melihatku membuka pintu.“Baik, dik. Akupun terkejut, dan berdiri terpaku. Kulumat putingnya dengan ganas sehingga badan Firda mulai mengejang lagi.“Acchhh….Andreww….sayaaaannggg…”Linda merintih. Kutekan tongkolku makin dalam da n kuhentikan sejenak disana.Terasa sekali memiaw Firda berkedut-kedut, walaupun tergolong super becek.“Ayo, ndre…..gocek tongkol kamuh….akk….kkuuuu….udah mau…keluarrrrr…laggiiiihhh…”Linda merintih memohon. Untung saja, film bokep yang aku setel udah selesai, jadi Rika nggak sempat melihat film apa yang tengah aku setel.“Ini lho mas, aku mau anter oleh-oleh.




















