Masih dengan birahi yang meluap-luap, mbak nila kembali menuntun tanganku beraksi lebih liar lagi.“Jempolnya don.. Vidio Bokep Meriang badannya?”Aku tak menjawab dan hanya menggangguk saja sembari menangkup mataku dengan lenganku.“Yaudah mbak kerokin ya.” Ujarnya pendek.“Nggausah mbak aku ga biasa dikerok.. Aku tinggal jauh dari keluarga dan merantau sendiri semenjak kuliah. “Sini dikasih minyak lagi biar ga kembung..”
Mbak nila pun mengusap-usap perutku dengan permukaan tangannya. Dengan ekspresi kaget dan shock aku menoleh dan memandang mbak nila secara serta merta. Aku bekerja di sebuah perushaan swasta di bilangan kuningan. Ingin rasanya aku mendesah kuat-kuat sambil melolong keenakan.“Ah udah ah, kamu jadi keenakan gitu kesenengan.” Ujar mbak nila menyudahi kelitikannya.“Hmmmhaaaaaa…” Aku menghela napas panjang melepaskan gigitan bibirku sendiri. Seperti yang kubilang tadi mbak nila sudab kuanggap kakak sendiri, dan mungkin juga mbak nila telah menganggapku sebagai adiknya sendiri, jadi tidak ada rasa canggung atau malu-malu lagi.“Tuh liat, dipijit gini aja merah.










