Aku memaki-maki tidak karuan.Tiba-tiba Pajero itu berhenti beberapa puluh meter dari tempat aku berdiri dan langsung mundur menuju ke arahku.“Cari penyakit,” gerutuku.Aku sudah bersiap-siap mau mendampratnya jika orangnya keluar, paling tidak kumaki-maki dulu.Urusan maaf-memaafkan belakangan. Bokep Thailand lagi ngelamun jadi tidak sadar kalo ada orang,” ujarnya menjelaskan.“Mas mau pulang..? papa Wan,” sahutnya.“Wan kamu tidak papa kan ke rumah Mbak dulu. ke atas.. glek,”.“M.. ohhh, Wan terus Wan… Mbak mau keluarrhh…” sampai suatu sentakan hebat akibat kontraksi otot-otot badannya yang menegang.“Waaan Mbak keluaaar hhh…”
Beberapa saat badannya masih tersengal-sengal, sambil berkata padaku,“Wan makasih, kamu hebat, Mbak sudah lama tidak merasakannya sejak suami Mbak meninggal.” “Sama-sama Mbak, saya juga sangat menikmatinya, saya suka sama Mbak,” ujarku. Uff… tak bisa kuceritakan nikmat yang kurasakan di selangkanganku itu.Apalagi ketika sesekali ia menghentikan kocokannya dan mengarahkan jempolnya ke urat yang terletak di bawah kepala batang kemaluanku.“Aaahhh… Mbaak… aaahh…” aku hanya bisa mengerang keenakan seraya terus mengecup dan menjilati payudaranya.Tiba-tiba Mbak Carrie mendorong tubuhku




















