Pinggulnya juga mulai bereaksi dengan bergoyang melawan irama yg kuberikan.Lama kami dalam posisi itu dengan berbagai variasi, kadang kedua kakinya kuangkat tinggi, kadang hanya satu kaki yang kuangkat. Bokepindo lalu tanpa aba-aba lagi kami berciuman yang lumayan untuk pemanasan, “Pesen makannya nanti aja ya Jul”, katanya disela- sela ciuman yang semakin panas.Lalu ibu Anggi duduk dipangkuanku. makanya nanti kamu duluan aja, kita ketemu disana OKE”, kata Bu Anggi. Masak sih Bu Anggi bilang begitu?” dalam benakku“Kamu ini Julianto, ditanya kok malah bengong sih”, Bu Anggi menyenggol lenganku.“Eeeehh nggak kok, cuma aku tadi abis kaget aja dengan omongan Ibu, yang bilang aku bisa menenangkan Ibu kalau sedang gelisah”, balasku gagap.“Ya udah Jul, nanti temenin aku makan siang ya.. kita ngobrol-ngobrol kamu mau pesen makanan apa Jul?”, kata Bu Anggi sambil menarik membawaku ke kursi.“Ngak usah gugup gitu dong” celetuk bu Anggi melihat tingkahku“Ngak sih bu, cuma aku sebetulnya ngak percaya aja di ajak makan bareng di sini.










