Rezaaaaaa!!!” Aku mencupang payudara Reza. Ingin rasanya berkenalan tapi tak mungkin dalam kondisi seperti ini untuk berjabat tangan dan mulai perkenalan.Kupandangi lekat wajahnya, dia menoleh kearahku lalu melemparkan senyum manisnya, Aku membalasnya dengan tersenyum, lalu mengangkat tanganku, menempelkan ke arah telinga seperti orang menelfon, dia mengerti maksudku, dia membalas dengan bahasa bibir. Bokep Colmek Reza memejam, merintih“Reza.. Seminggu sebelum kampanye terbuka dimulai, Ayahku menyerahkan jadwal kampanye bergilir kepadaku, 2 minggu dan 2 kali Ayahku mendapatkan jadwal untuk berorasi di depan simpatisannya. Aaaah!” Pinggul Reza mulai terangkat, wajahnya seperti menahan sesuatu ketika kuciumi belahan kemaluannya.“Ooooh………! Oooo.. Setelah makan siang sekitar pukul 1 siang, massa mulai berdatangan, padahal panggung pun masih kosong mlompong hanya suara musik dangdut yang di putar melalui dvd.Beberapa rombongan mulai berdatangan membawa nama DPC masing masing, dengan membawa bendera dan kaos merah bergambarkan foto Ayah dan pasangannya, serta atribut atribut partai yang lain.




















