Berhubung tubuh kami saling berdempetan, sperma kami telah bercampur dan menyatu. Bokep STW Gampang ‘kan? Dan semuanya untukmu, sayang,” jawabku, mencium bibirnya.Dan Eddy pun menyambut. UUUGGHH!!! “Dan gue mau berhubungan badan dengan loe,” sambungnya.Saya benar-benar terkejut mendengarnya. Meneliti vagina? Loe mesti ikut, ayo,” desakku, tetap memasturbasi kontolku.Entah kenapa, Eddy mendadak menurut saja. Saling berpelukkan, kami menciumi tubuh masing-masing. Ketika kubuka mataku, Eddy masih saja munafik; berpura-pura tak ingin melihat padahal ingin melihat. Terlihat jelas nafsu bergelora di dalam matanya yang indah itu.“Eddy, ikutan bugil juga, donk. Sikapnya yang selalu tampil rapi dan agak-agak centil membuatku berpikir tentang seksualitasnya. Dari sudut mataku, saya melihat Eddy mengintip dada telanjangku.“Ya, tapi gue kira loe bakal coli di kamar mandi,” kata Eddy, mulai terlihat tidak nyaman. Entah dalam rangka apa, sekolahku mewajibkan kami untuk membuat karya ilmiah. UUUGGHH!!! AAAHH!!!… UUUGGHH!!!” erangnya saat orgasme mengguncang-guncang tubuhnya.Kontolnya tetap kukocok sampai tak ada lagi pejuh yang keluar.




















