Aku tidak bangun, hanya membuka mata, dan meilhat pemandangan langka. Dengkurnya halus. Film Porno Aku dan Mbak Etty kebagian mempersiapkan pentas seni. Kami benar-benar sudah lelah lahir batin. Jalan masih berbatu belum diaspal. Sayang sekali, tidak lama kemudian sudah terdengar azan Subuh. Kami benar-benar sudah lelah lahir batin. Maka kurapikan seperti semula. Di wajahnya terlihat senyum kepuasan. Dia adalah Kepala Sekolah yang berwibawa. Entah sengaja atau tidak, tangannya tepat di atas kemaluanku.Hangatnya tangan Bu Etik terasa sekali. Tanganku segera mencari sasaran. Kami benar-benar sudah lelah lahir batin. Tapi tengah malam sekitar jam dua aku terbangun oleh suara berisik. Membuat si kecil itu mengedut dan pelan-pelan bangkit. Lelah menyanyi berbicang-bincang membicarakan masalah pribadi, bahkan mencurahkan rahasia terdalam. Satu-satunya yang aman kulakukan adalah membebaskan si kecil dari CD dan sarung yang membuatnya terjepit. Sekarang, tangan Bu Etik bergerak mengurut kemaluanku yang masih tertutup sarung.




















