Aku tersenyum, menyambutnya di hari yg baru.“Met pagi, tuan…”
“Met pagi…”
“Sarapan?”
“Ehm… ada kamu kan?”
“Kok ada saya?”
“Iya, saya mau sarapan kamu”
“Hihihi…. Sex Bokep Hatiku makin muram…Setelah membereskan kamar, aku mulai membersihkan rumah. Menarik sprei dan melepas sarung bantal. Kenangan itu akan selalu kuingat, setiap aku memasuki ruang tidur untuk tamu ini. Aku ingin memasukkannya kembali. Masuk. Walau, saya juga… cinta. Aku cinta sama kamu!” Aku menunduk dalam- dalam. Mungkin waktunya hanya semenit, tapi terasanya lama sekali, bergelombang, sesuatu yg tdk pernah kualami dalam hidup. Tubuhku terbaring. Menjilat lagi. Astaga, apakah aku sudah berkata salah? Tapi bibirnya sudah tebal dan kini agak membesar, setelah melayani penis besar itu dua kali berturut-turut. Tubuhku terbaring. Aku bukan… aku bukan tuan. Aku merasakan tangannya mengelus kedua pantatku. Menempatkan diri persis di belakangku. Menancap. Walaupun mungkin nanti aku akan menjadi sedih. Saya hanya pembantu. “Kok sekarang jadi terus menerus manggil tuan…?” Aku tertunduk.Terdiam.




















