Lilis bersedia kerja apa saja, jadi pembantu sekalipun, untuk mengejar cita-citanya. Bokep Montok Isteriku sdh berangkat, anakku semata wayg sdh berangkat sekolah. Lilis baru saja selesai mengepel lantai lalu ke belakang. sekarang. ”
“Kenapa saya?” tanyaku lagi. Mulutnya mulai berkicau. Dia minta cerai dan ingin ikut isteriku ke Jakarta sambil siapa tahu bisa meneruskan sekolahnya dan menggapai cita-citanya menjadi sarjana pertanian. Karena Aku tahu berdasarkan pengalaman, wanita tak mau ‘diganggu’ bila sedang dalam masa puncak dan beberapa waktu setelahnya. Aku keluar di dalam ….”
“Engga apa-apa Kang …. Hanya kurasakan agak aneh saja. Tak ada ‘kain keras’ di antara kami. Gerakan tubuhnya begitu liar, ekspresi wajahnya begitu ekstasi manjadikan dia tampak lebih cantik dibanding biasanya. Karena Aku tahu berdasarkan pengalaman, wanita tak mau ‘diganggu’ bila sedang dalam masa puncak dan beberapa waktu setelahnya. gumpalan daging kembarnya itu melekat erat di dadaku sekarang. “Kang …. Lilis memang bukan pembantu.












