Saya digilir mereka berdua di sana. “Badan kamu bagus, Denok. Bokep viral Sudah banyak orang di Pasar yang merasakan badan saya: kuli, pedagang, preman, petugas, tukang ojek, supir dan lain sebagainya. Bikin orang nafsu ajah…” saya lihat Juragan nyengir lebar setelah ngomong itu. Melamar kerja kesana-kemari, nggak diterima karena dianggap pendidikan kurang tinggi. Saya sendiri tidak merasa cantik. Mungkin saban hari saya menangis, sedih mengingat Simbok, juga kesepian. Juragan terus memain-mainkan itil saya tanpa ampun. Saya sudah enam bulan bunting, tapi tetap masih keliling menari… Saya seharusnya sudah berhenti. Seminggu lebih saya di kontrakan saja karena terlalu sedih. Sakit! Sekarang saya sudah jadi istri Juragan, dan kehidupan saya jadi jauh lebih baik. Pastinya ada yang melihat dan membantu saya, soalnya saya siuman di rumah sakit. Dan akhirnya ambruklah badan saya ke dada Juragan, ngos-ngosan, mendesah-desah.




















