“Aku mo kekamar mandi dulu yan, mo bersihin dulu” kata Rara. Bokeb Rara hanya memandangku sambil menggigit bibirnya.Saat penisku sudah masuk 1/2 Rar memekik “AKhh…sakit yan” . Akhirnya kami hanya rebahan saling berdampingan, masih bugil.“Yan kok sakit banget ya” tanya Rara. Kemudian Rara masuk kekamar mandi membersihkan badan dan berganti pakaian.Sementara aku membersihkan kamarku untuk ditempati Rara dan aku menggelar kasur di ruang tamu untuk tempat aku tidur. Dulu aku sering jalan bareng sama dia dan anak-anak dari jakarta. Aku dan Rara beberapa kali mengulangi persetubuhan kami disela-sela aku dan Rara jalan-jalan di Bandung, atau lebih tepatnya aku dan Rara jalan-jalan disela-sela persetubuhan kami,,,,,,,,,,,,,,,,,,, “Bolehlah, dari pada gak ada apa-apa” jawabnya sambil tertawa kecil. Gila, asik banget payudaranya. Aku mulai mendorong penisku kedalam memek Rara. Akhirnya dia tersenyum juga.“Ya udah kita pulang aja ya, kayaknya kamu juga dah cape banget.” ajakku. Yang lebih aneh kenapa minta jemput sama aku ? Perkataan Rara seperti menghapus keraguanku entah




















