Tahu diri, saya pamit pada mereka.Benih-benih cinta mulai bersemi di hati saya dan Vivi. Bokep Colmek Sekali-kali dia membalas tatapan mataku. Saya singgah sebentar di Bakmi Gajah Mada dan membeli dua bungkus bakmi. “Temen saya, janjian mau datang. Kaos hitam tipisnya tidak bisa menyembunyikan tonjolan buah dadanya, “Lumayan cukup besar,” pikir saya.“Tuh cewek cakep banget Gus, kayaknya lagi memperhatikan kita-kita…” bisik Andi yang duduk di samping saya. Memang saat itu sudah hampir jam 3 sore dan kita belum makan siang. Saya percaya bahwa tatapan mata seseorang itu bisa menceritakan kondisi orang tersebut. Saya tahu yang namanya cewek itu paling suka dipuji. “Mana… mana…?” tanya Al. Ketika jam dinding berdentang 10 kali, saya melihat kakaknya si Vivi dengan gelisah selalu melirik ke jam. Kemudian Vivi meninggalkan restaurant tersebut, membawa bersamanya semangat dan jiwa saya. “Viii… Vivi…” tiba-tiba terdengar suara beberapa orang cewek. Ada nada haru di suaranya.




















