Saya harap Martin bisa menangkap senyum saya dan pandangan mata saya sebagai tanda “OK”. Termasuk seksi juga. Bokep Korea Hangat, banyak dan terasa mesra dan memuaskan. Kami masih berpelukan menikmati tanpa kata-kata, sambil memulihkan kembali energi yang telah tercurahkan secara intensif. Karena tidak ada yang lain juga terpaksa Martin yang mengantarkan dengan mobilnya. Akhirnya Martin mulai menggerang-ngerang berbisik mau keluar.Dengan tekanan yang mantap keluarlah dia dengan semprotan yang keras ke dalam liang kemaluan saya. Seluruh badan basah rasanya. Kurang ajar juga pikiran saya, tetapi terus terang saya juga senang. Gila benar. Dibalik itu Martin lah yang menjadi pemuas seks dan fantasi saya dan ini telah berjalan selama dua tahunan. Dia tertawa sambil mengejek, “Gatel nih ya.” Dalam hati saya bilang memang gatal. Tangan saya mendekap batang kemaluan Martin mengusap-usapnya sayang.




















