Seminggu setelah pertemuanku dengan Ananda di cafetaria. Bokep SMA “Adietya!” kataku pendek. Yang di perkenalkan cuman tersenyum manis aja. Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. “Namanya Ananda aprilia putri, yang mempunyai hobby dengerin musik juga” sahut Dina lagi. Setelah melewati moment sesaat yang merupakan kejutan dariku. Dan kebetulan aku bersama teman-temanku bermain musik akustik di cafe itu setiap 3 kali seminggu. “Aku sudah banyak menceritakan tentang dirimu kepada Papa dan Mama, makanya mereka percaya kalau aku pulangnya bersama kamu” terang Ananda meyakinkan aku. “Baiklah kalau menurut kamu begitu” jawab Ananda kemudian. “Adietya!” kataku pendek. Dengan keberanian di tengah keremangan, aku memeluk Ananda mendekat dan mengecup bibirnya yang ranum. Suasana cafe malam itu sangat special buat diriku, karena kedatangan orang yang sering aku khayalkan setiap saat di tempat yang tidak pernah aku duga sebelumnya.




















