Aku mulai agak semangat lagi setelah meminum segelas kopi . Bokep Japan Non tenang aja!”
“Ayo Non, duduk disini biar anget!” pintanya sambil menepuk pahanya
Akupun segera duduk di atas dirinya di jok belakang. Hingga dua bulan lebih setelah itu, hal yang tidak terduga dan tidak kuinginkan terjadi, aku tamu bulananku tidak kunjung datang dan aku mulai merasa mual-mual. Tangannya lalu meraba perutku yang rata dan terus bergeser turun dan menyingkirkan tanganku yang menutupi selangkangan. Terkadang remasannya pada payudaraku mengencang sehingga menimbulkan sensasi nyeri sementara gesekan penisnya di dalam vaginaku terus naik intensitasnya. Didorong rasa penasaran akhirnya kutelusuri asal suara itu, kudekati ruang Pak Hendro, jendelanya sudah tertutup oleh tirai. Semakin intens ia mengusap-usapkan wajah dan menciuminya, kulit pahaku terasa semakin hangat. Kini di kantor hanya tinggal aku yang masih harus menyelesaikan pekerjaanku. jangan kasar-kasar loh, saya gak suka”, katanya.




















