Beberapa saat barulah kucabut dan kulihat maniku mengalir dari lubang memek rapat-nya.“Thanks ya Sus”, sambil kukecup bibirnya yang merah merekah.Dia bilang, “Sama-sama”.“Kapan-kapan boleh lagi dong”, rayuku. “Aku sih terserah saja”.Setelah merapihkan pakaian, Susan membuatkan kopi untuk berdua.“Yan sebetulnya sudah lama lho saya naksir sama kamu”.Aku bilang, “Lho kamu kan sudah punya suami”.“Suamiku nggak tentu pulangnya”.“Emangnya kamu isteri ke 2 atau suami kamu punya isteri lagi”.Dia bilang,“Nggak dia tinggal di rumah mertuanya, suamiku sibuk dengan pekerjaannya”.Dalam hatiku kenapa tidak dari dulu saja. Bokep Cina Sampai sekarang jika ada kesempatan Susan menelepon melalui handphone-ku dan kamipun selalu mengulangi kenikmatan yang pernah kami rasakan.Karena apa yang pernah aku lakukan dengan Susan saat ini tidak pernah aku rasakan sebelumnya … dan inilah akhir dari Cerita Panas dari kisah cinta ku dengan Susan , selamat membaca.




















