Sampai akhirnya tiba pada genjotan yang terakhir. Pergi..! Bokeb Ia sangat marah tampaknya. Tetapi aku diam-diam menikmatinya. Mila..! Tubuhnya menggairahkan. Ia menikah pun karena desakan orang tua Mila, yang kini jadi istrinya. Lama kelamaan, di sela isakan tangisnya, diam-diam kurasakan vaginanya diangkat, seakan Mila ingin menerima hunjaman penisku lebih dalam. Ah.. Sayang sekali, Darta, kawanku yang baru menikah enam bulan yang lalu ini, tak bisa membayar barang sedikit pun. Aduuh ss..” suara Mila membuat nafasku bergerak lebih kencang dari biasanya. Aku tekan sangat kuat. Mila sepertinya lebih menikmati berada di posisi bawah, sambil kedua tangannya memeluk erat tubuh Darta, dan kakinya menjepit pantat Darta. Aku pun sangat terangsang. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah telinga Mila. Kasihan juga, aku melihatnya. Terbukti, kakinya masih menyilang erat, mengunci paha Darta, agar tak segera mencabut penisnya. Tetapi aku semakin bernafsu. Pintu ditutup. Aku pun sangat terangsang. Meski keadaan sangat gelap, namun aku masih bisa melihat dua tubuh yang bergumul.




















