Nafasnya hangat menerpa wajahku. Bokepindo Lalu ia menuju kamar mandi.“Gue begini juga karena gue lagi pengen kok. Tapi aku suka juga mendengarnya. Kemaluannya terasa begitu basah. Katanya loe lagi butuh? Nafsuku semakin memuncak, sehingga sodokanku semakin kupercepat, membuat Fitri semakin keras mengeluarkan suara.“Aaahh.. Dia tidak akan bangun. Nafasnya hangat menerpa wajahku. Di rumah, tentu saja Maya menanyakan darimana saja aku sampai malam belum pulang. Enaknya tidak terlukiskan. Seluruh batang kemaluanku terbenam ke dalam rahim Ayu. Beberapa saat kemudian aku merasa mulai mendekati puncak kepuasan.“Fit.. luar..”Ayu semakin intens mengulum dan menyedot, sehingga akhirnya kemaluanku menyemprotkan sperma berkali-kali ke dalam mulut Ayu.Lemas badanku dibuatnya. maklum dong, selama ini ditahan terus.” aku membela diri.“Oke deh, kita istirahat sebentar.”Ayu lalu menindih tubuhku.




















