Kakinya – terbuka semakin lebar. Bokep Dia tersenyum manis. Kamu – juga tidak merendahkan si Ning. Kamu pin.. Itu adalah penolakan yang kedua. (Kalau Cie Yeni baca cerita ini, maafin ya..) “Yah baguslah. Rupanya dia hanya ingin bercumbu denganku. Entah mengapa, berbeda dengan menghadapi Lucy, Ria dan Ita, aku merasa aneh berdiri di depan seorang wanita mungil yang usianya di atasku. Wuih, apapun yang kau inginkan dariku.. Kulihat Tante Yeni gelisah, tetapi ia menikmati sentuhanku di wajahnya. Aku ingin membuatmu – merasakan kenikmatan tertinggi bersamaku..” bisikku sambil terus mencium telinganya. Aku yang selama ini rutin berlatih menahan kencing, melatih otot-otot perut dan penisku, sukses mengantarkan Tante Yeni menggapai orgasmenya. Kurasakan penisku tidak bergerak. Lagi – pula Tante Yeni setuju membayarku tinggi. Benar-benar situasi baru. Sstt..” Aku merasakan ada cairan hangat meleleh keluar. Aku juga senang sekali bisa – memuaskan Cie Yeni. Aku tidak menyangka lho Cie Yeni bisa bicara seperti ini.




















