Gairah Malam Yang Membara

Sekarang aku menjadi konsultan.Seringkali aku mendapat pertanyaan, “Apakah sudah menikah?” Yang lebih sopan, “Anda masih kelihatan cantik dan muda, alangkah bahagia dan bangganya suami Anda serta putra-putri Anda.”Jika jawabanku adalah, “Tidak, saya masih lajang,” maka terdengar sahutan, “Maaf..” Mereka merasa bersalah karena telah menanyakan hal itu.Padahal tidak punya suami itu kan sama saja dengan tidak punya mobil pribadi. Bokep Mom Aku juga menikmati kehidupan.Di luar jam kerja kubiarkan stafku, yang mayoritas ceweklajang, untuk menggunakan internet. Ada yang tampaknya sopan tapi menyebalkan, yaitu beberapa orang selalu berupaya mengenalkan dan mendekatkan aku kepada lelaki tertentu. Anehnya tudingan itu justru datang dari kaumku, perempuan, terutama yang bersuami, yang tahu perkecananku.Lebih kejam lagi tuduhan bahwa karier dan rezekiku kudapat dengan membaterkan tubuh. Ya, tapi tidak dengan setiap lelaki.Suka dioralkah aku? Apa dikiranya aku nggak bisa cari lelaki sendiri? Apa mereka tak ahu banyak lelaki yang ereksi kala merindukanku bahkan sampai onani untuk memboroskan mani secara percumah?Mereka tak tahu, aku punya banyak

Gairah Malam Yang Membara