matanya tetap menatap mataku. Indobokep Pandanganku tersita pada satu sosok biduan manis, masih belia pikirku. Dadanya kembang-kempis menikmati keahlian tanganku dalam memanjakan puting wanita.“Sssssh… ssssh…. Kaaaak!!!”Tubuh Reza menggelinjang tidak karuan, menjambak kencang rambutku, dengan nafas yang tersengal tersengal, dia mulai menenangkan diri.“Hmm?” Aku memajukan wajahku“Apa? Ooooh…” kejantananku ditelan habis oleh vaginannya.“Spesial buat kamu kak, muaaaah” katanya, sambil mengecup bibirku.Pinggul Reza mulai mengayun. Sini aku ganti sekalian.”“Ga usah, wong udah ke beli ini kak, santai wae toh kak”‘Ah ya sudahlah, nanti saja aku ganti’ pikirku untuk mentraktir mereka makan.“Yuk masuk ke theater dulu yu, pengen ngadem hehe” ajakkuLalu kita bertiga pun masuk ke dalam theater, film pun dimulai, lampu sudah di padamkan, tapi jujur selama lampu di padamkan, dan film dimulai aku tidak melakukan aktifitas apapun selain memegang tangan Reza.




















