Pakaianku mereka lucuti hingga tersisa bra dan celana dalamku saja. Ia kemudian membopongku hingga ke kamar mandi yang berada dalam ruangan. Bokep Tobrut “HOEK”, aku seperti ingin muntah, namun tidak keluar. Mereka tidak mau lagi menyentuh wajahku yang kotor karena muntahanku, mereka hanya berfokus di vagina dan anusku. Pakaianku mereka lucuti hingga tersisa bra dan celana dalamku saja. Badanku masih lemah karena sakitku. “Chelsea jaga mama ya, papa mau ke toko”, pesan Herman, suamiku, kepada Chelsea. “Iya pa”, jawab Chelsea polos.Herman lalu mencium kening anak kami, Chelsea. Aku hanya bisa pasrah, membiarkan pria-pria itu terus-terusan menggagahiku, inilah pilihanku, menyelamatkan Chelsea dan Herman dengan resiko seperti ini. Geli rasanya, mereka menggunakan jari-jarinya untuk menyentuh vaginaku. Aku capek, kepalaku pusing, mataku berkunang-kunang, dan perutku mual-mual. “Apa yang dokter lakukan?”, tanyaku.










