Aku terima saja gelasnya dan meminumnya. Sayup-sayup aku mendengar Pipit seperti mendesah lirih, mungkin mulai terangsang kali..Apalagi tanpa basa-basi tonjolan di bawah perutku sesekali aku sengaja kubenturkan kira-kira ditengah selangkangannya. Bokep Indo Pipit membusung menggeliat sambil menghela nafas birahi. Hanya ada anaknya yang masih kecil kira-kira 7 tahunan dirumah. Pipit menatapku.“Mas.. Makasih..” balasku.Masih sambil senyum dia balik kanan untuk masuk kembali ke dalam rumahnya. Nanti kalau ada apa-apa gimana..” aku menimpalinya.Begitu seterusnya aku ngobrol sebentar lalu pamit undur diri. Kamu juga sih..”Setelah itu sambil sama-sama tersenyum aku nekad menarik kedua tangannya yang lembut itu hingga tubuhnya menempel di dadaku, dan akhirnya kami saling berpelukan tidak terlalu erat tadinya. Aku semakin mendapat keberanian untuk mengelus wajahnya. Aku duduk saja di depan rumahnya yang sejuk, karena kebetulan ada seperti dipan dari bambu dihalaman di bawah pohon jambu.




















