Tedy gak bakalan merusak apapun. Bokep India Nanti Tedy…!”, kak Dewi terdiam tak menjawab. Tubuhnya juga menggelinjang kesana sini. Kami ternyata berada pada posisi saling berdekapan. Siapa… lagi yang senyam-senyum. “Siapa yang melamun, orang lagi …. “Nih buruan, sarapan dulu !”, kak Dewi yang kemudian menyuruhku sarapan, sementara mereka sendiri telah selesai. Lalu aku bangkit dari tempat tidurku, sehingga kami duduk berdampingan. Tiba-tiba terdengar dering telp, bergegas aku bangun dan mengangkat gagang telpon. Kemaluanku mengeras, menuntut diperlakukan sebagaimana mestinya. Kak Sinta nampak lebih terampil dari kak Dewi, hampir setiap inci tubuh kak Dewi dijilati dan dikecupnya. Mereka berbincang ngalor ngidul seputar dunia kerja. Kembali aku mengalihkan pandanganku dari lubang kunci itu. Sejak awal kuliah, aku tinggal dirumah kakak ku. “Iya..! “Enggak…!”, kataku sesaat sebelum meneguk air minum. Diantara desahan dan rintihan aku menyebut-nyebut nama kak Dewi. Benar saja, kak Dewi bereaksi.




















