Pagi-pagi aku pulang ke rumah dan masuk kerja seperti biasanya walau aku merasa ngantuk. Karena kesempatan itu datang, kuraih saja bibir Cik Ling. Bokep Mama Ahh, manja sekali Cik Ling ini, pikirku. “Kurang apa sih aku ini,” katanya. Apalagi ketika tanganku mulai merambati pinggang dan menggapai kedua bukitnya, kuelus dari luar kaosnya yang tanpa BH itu. Aku saat itu sudah sangat sengaja melakukannya dengan takut-takut. Makanya aku tahan seksku padanya sampai pernikahan nanti.Dua bulan lalu, kira-kira jam 9 malam, aku ditelepon istri bossku untuk menemuinya di hotel Santika. Ketika aku menulis tulisan ini, aku sudah makin jauh dengan Nia. “Aku istri baik, memberikan padanya tiga anak.” Cik Ling menikah sangat muda dengan tiga anak. Hampir jam 10 malam aku baru sampai di lobby hotel.










