“Mas Joe…, aahh…, mmhhaahh…, Aahh…” Dia kelojotan. Lama kelamaan goyanganku sudah mulai teratur, perlahan tapi pasti, dan Mikha pun sudah dapat mengimbangi goyanganku, kami bergoyang seirama, berlawanan arah, bila kugoyang ke kiri, Mikha goyang ke kanan, bila kutekan pantatku Mikha pun menekan pantatnya. Vidio Sex Kebanggaan? Aku keluarkan ujung lidahku yang lancip lalu kujilat dengan lembut klitorisnyana. Tapi dari tempatku berdiri, aku dapat melihat di dalam mini bus itu ada sepasang remaja berciuman. “Kamu sudah punya pacar, belum?” Tanyaku. Apakah pemimpin partai itu menghargai kenekadan mereka? Boleh saya menumpang?” Mikha berteriak kepadaku. “Bolehlah.” Kataku, setelah berpikir kalau besok aku tidak harus pagi-pagi ke kantor. “Ohk!.., aduh Mas Joe, cuma bisa masuk seperempat…”
“Ya udah Mikha, udah deh jangan dipaksaain, nanti kamu tersedak.”
Kutarik tubuhnya, dan kurebahkan ia di seat Kijangku. Terkadang pun aku bertanya padanya.




















